Sabtu, 19 Januari 2013

Kabel Koaksial


kali ini aku mau upload tentang pelajaran sekolah sesuai jurusan aku, Access Network. Materi ini adalah salah satu yang diajarkan di bangku kelas 3 SMK. tapi mungkin bisa juga sudah diajarkan dibawah tingkatanku.
Semoga bermanfaat dan menambah wawasan ...^_^

Kabel Koaksial

Kabel koaksial adalah sebagai media transmisi dari fiber node sampai ke pelanggan. Konstruksi dasar kabel koaksial terdiri dari dua yaitu konduktor dalam (inner) dan konduktor luar (outer). Dalam perkembangannya konstruksi kabel koaksial mengalami perubahan agar mampu menyalurkan level sinyal yang lebih tinggi.Karakteristik utama dari kabel koaksial adalah semakin besar diameter kabel maka besarnya redaman untuk setiap satuan panjang akan semakin kecil dan nilai tahanan untuk setiap satuan panjang juga lebih kecil. Selain itu pada kabel koaksial yang diameternya besar dibandingkan redaman yang dialami komponen sinyal frekuensi rendah. Jenis kabel koaksial yang digunakan pada jaringan HFC adalah kabel trunk, kabel feeder dan kabel drop. Kabel trunk dan kabel feeder adalah kabel koaksial yang menghubungkan antara fiber node dengan amplifier, splitter dan sampai kerumah pelanggan, sedangkan kabel drop adalah kabel koaksial yangmenghubungkan pelanggan ke tap. Tipe kabel drop yang direkomendasikan untuk digunakan yaitu kabel yang menghubungkan antara tap ke rumah pelanggan adalah RG6, RG11. Karakteristik redaman jenis kabel koaksial tersebut untuk frekuensi 200 MHz, 400 MHz, 900 MHz dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 1 Karakteristik Redaman Kabel Drop (Burial) (dB/100m)
(CommScope Coaxial Cable Catalog)


Untuk kabel koaksial drop terdapat beberapa tipe, yang pemilihannya disesuaikan dengan jarak rumah pelanggan dari tap. Untuk jarak dari tap ke pelanggan sejauh sama dengan atau diatas 50 m, dapat dipilih jenis kabel koaksial drop tipe RG-11. Sedangkan apabila jarak dari tap ke rumah pelanggan kurang dari 50 m maka dipilih jenis kabel koaksial drop tipe RG-6. Redaman yang dialami oleh sinyal downstream dan upstream selain dihasilkan oleh kabel drop juga dihasilkan oleh kabel trunk, kabel feeder dan redaman pada serat optik. Karakteristik redaman pada kabel trunk dan kabel feeder dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini.

Tabel 2 Karakteristik Redaman Kabel Trunk Dan Kabel Feeder (dB/100m)
(CommScope Trunk & Distribution Cable Product Catalog)



STRUKTUR UTAMA HFC
  1. Headend
  2. Server Complex
  3. Distribution Hub
  4. Fiber Node
  5. Splitter
  6. Directional Coupler
  7. Amplifier
  8. Tap
  9. Jaringan penghubung
  1. Headend merupakan bagian terpenting dari sistem HFC. Pada Headend terdapat modul-modul perangkat sesuai dengan layanan yang tersedia, seperti:
  • CATV Headend
  • Cable Modem Termination Shelf (CMTS)
  • Cable Telephony Headend
  1. Server complex berfungsi sebagai server aplikasi yang digunakan oleh subscriber (seperti e-mail server, news server, dsb).
  2. Distribution Hub adalah pusat distribusi jaringan akses HFC ke pelanggan. Di sini seluruh sinyal layanan-layanan interaktif lainnya seperti layanan data atau telepon akan digabung dengan sinyal TV broadcast yang diterima dari Headend yang kemudian akan dikirimkan melalui jaringan distribusi optik.
  3. Fiber-optic menghubungkan headend sebagai sarana transportasi sinyal ke sejumlah node yang disebut dengan fiber nodes. Fiber nodes berfungsi untuk mengubah sinyal dari optical-to-electrical untuk dilewatkan melalui kabel coaxial ke subscriber.
  1. Splitter merupakan salah satu komponen pasif yang digunakan pada sistem perkabelan untuk membagi signal RF. Splitter digunakan untuk membagi suatu signal input ke dua kabel output yang sama besar
  2. Directional Coupler digunakan untuk membagi suatu signal input ke dua kabel output yang tidak sama besar.
  3. Dalam pengiriman signal melalui kabel koaksial, amplifier mempunyai dua fungsi yang cukup penting:
  • Sebagai equalizer, atau signal balancer sehingga frekuensi tinggi dan rendah mempunyai level amplitudo yang sama.
  • Sebagai penguat level signal.
  1. Tap adalah komponen yang berfungsi untuk mencabangkan signal dari kabel koaksial ke rumah-rumah pelanggan, dan dipasang untuk mengakomodasikan beberapa rumah sekaligus
  1. Jaringan Penghubung
  • Media Transmisi Serat Optik
  • Kabel Koaksial
  • Kabel Supertrunk
  • Kabel Trunk
  • Kabel Feeder
  • Kable Drop

Dalam aplikasinya di lapangan, jaringan kabel koaksial digelar menyerupai jaringan kabel tembaga sebagai kabel duct, kabel tanam langsung dan sebagian kabel udara. Untuk penggunaan yang berbeda, konstruksi kabelnya pun akan menyesuaikan dengan keperluan yang ada. Untuk aplikasi kabel tanam langsung, konstruksi jaket pelindung kabel mempunyai medium polymer lebih kuat daripada kabel duct. Konstruksi kabel dapat beraneka bentuk tergantung dari pabrikan yang membuat. Selain itu, terdapat lapisan pelindung terhadap air dan korosi (flooding coumpond). Lapisan ini terbuat dari bahan polysobutylene dan berada diluar lapisan konduktor maupun dielektrik. Aplikasi kabel udara dapat menggunakan kabel koaksial tanpa jaket pelindung polyethylene dengan syarat kondisi daerah panas dengan faktor korosi sangat kecil. Untuk daerah dengan kelembaban tinggi, jaket pelindung sangat dibutuhkan untuk menghindari korosi terhadap dielektris. Selain itu pada kabel udara ditambahkan kabel messenger sebagai penguat dari bahan baja galvanize. Kabel messenger dapat berupa suatu kabel baja pejal atau terdiri dari beberapa lilitan / pilinan kabel baja.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar