Kamis, 03 Januari 2013

Sinopsis School Episode 2 Part 1


Oke Langsung ke Sinopsisnya aja ya...


Episode ini dimulai dengan adegan terakhir episode 1 dimana para guru berlari kekelas dimana kaca pecah. Mereka kaget saat mengetahui Nam Soon berada didalam kelas itu.


Salah satu orang tua murid bertanya apa yang sebenarnya terjadi, ia  mengenali kalau tempat dimana kaca pecah adalah kelas Min Ki. Kepsek Im mengiyakan, ia yakin tak terjadi apa-apa dan menyuruh para orang tua pulang.
Orang tua murid: : “apa terjadi perkelahian?”
Ibu Min Ki: “kita akan tahu setelah bertanya pada anak kita. Kita pergi saja sekarang.”



Uhm-force menanyai Goo Nam Soon yang tidak masuk kelas musik dan apa yang dilakukannya didalam kelas.
Uhm-force: “kau berkelahi?”
Nam Soon: “ya”
Uhm-force: “jadi kau yang yang melempar kursi itu?”
Nam Soon: “tidak”
Uhm-force: “kalau begitu siapa yang melemparnya?”.kali ini Nam Soon tidak menjawab dan hanya diam.



Kepsek Im masuk keruangan itu dan berbicara dengan Uhm-force juga guru Jung. Kepsek Im menanyai siapa yang melempar kursi dan apa Nam Soon terluka. Uhm-force mengatakan kalau Nam Soon belum memberitahu mereka dan dari penampilan luarnya,dia baik-baik saja. Kepsek menyimpulkan kejadian ini dengan menutupinya dan dianggap tidak pernah terjadi. Uhm-force jelas saja tidak setuju.
  


Uhm-force: “menutupi tindakan kekerasan di sekolah seperti itu..”
Kepsek IM: “itulah maksudku. Kita tak perlu menyebar rumor terjadi kekerasan di SMA Seungri. Bukan hanya satu atau dua orang yang melihat apa yang terjadi. Bagaimana jika ini tersebar di internet?kau tak sadar bagaimana keadaanya sekarang?ini bukan kekerasan di sekolah..tapi hanya tindakan perusakan properti”.



Sementara Nam Soon yang masih didalam ruangan mengingat kejadian dikelas tadi, dimana ia mengangkat kursi dan ingin melemparkannya. Guru Jung masuk keruangan itu dan bertanya apakah Nam Soon terluka, tapi nampaknya Nam Soon tidak ingin mengatakan apapun.
Guru Jung: “kami akan menutupi ini sebagai tindakan perusakan properti. Tapi aku masih perlu tahu apa yang terjadi. Dengan siapa kau berkelahi?”. Nam Soon lagi-lagi tidak menjawab pertanyaannya.
Guru Jung: “kau tunggu saja dikelas”. Nam Soon pun meninggalkan ruangan itu.




Dikantor Kepsek Im, guru Kang sedang menandatangani sebuah berkas. Kepsek Im meminta maaf atas kejadian yang terjadi dihari pertama guru Kang. Guru Kang memaklumi bahwa semua sekolah bisa seperti itu.


Kepsek Im meminta guru Kang agar menaikkan nilai rata-rata siswa disekolah, namun guru Kang berkata kalau itu sedikit sulit. Guru Kang meminta Kepsek Im mencari 10 siswa dan ia memastikan akan meningkatkan nilai mereka. Kepsek Im mengusulkan kelas tambahan dan menamainya kelas Esai.
Guru Kang: “itu terserah padamu”.



Para guru sedang membicarakan siswa yang melempar kursi. Guru Kwon bertanya dia berkelahi dengan siapa?. Kemudian guru Yoo menimpali, siapa lagi kalau bukan Oh Jung Ho?. Uhm-force mengatakan kalu Jung Ho tidak masuk kelas hari ini dan itu dipastikan oleh guru Jung. Lalu datanglah Wakepsek Woo yang memperingatkan kepada guru agar jangan menyebarkan berita ini.



Goo Nam Soon sedang berada dikelas sendirian,teman kelasnya berdatangan dan heran melihat Nam Soon yang duduk sendirian.
Kang Jo: “kau darimana saja?kau ketua kelas sekarang. Bekerja keras,ya?”. Nam Soon diam saja. Byun Ki Deok yang lebih dahulu sadar kalau kaca jendela pecah dan bertanya kemana kaca jendelanya. Teman-teman yang lain ikut bertanya.


Diruangan guru, Kepsek Im mengenalkan guru Kang kepada para guru. Guru Kang menyapa Guru Jo yang ternyata adalah mantan gurunya saat ia bersekolah dulu. Kepsek Im mengatakan kalau ia tidak perlu memperkenalkan guru Kang karena guru Kang cukup terkenal dan mulai besok Guru Kang akan mengambil alih kelas Sastra. Guru Kang ditempatkan disebelah meja guru Jung, ia izin pulang lebih cepat karna kelas dimulai besok. Sebelum pergi mengantar guru Kang Kepsek Im meminta agar para guru mengawasi siswa lebih baik lagi,terutama kelas 2,guru Jung. Guru Jung mengiyakan, guru Kang keluar dari ruangan dan kembali menoleh kepada guru Jung,ia memberikan senyuman (g’ tau arti senyumannyanya apa,soalnya guru Jung yang ngeliatnya jadi kesel).




Nam Soon ingin mencuci sesuatu, ia membuka bajunya dan terlihatlah bahwa perutnya penuh memar. Ia kembali teringat saat dipukuli Jung Ho, saat menundukpun ia kelihatan kesakitan. Guru Kang tiba-tiba muncul,ia memicingkan matanya saat melihat Nam Soon. Nam Soon langsung pergi.
Guru Kang:” kau pengantar kue itu,kan?”. Nam Soon menoleh. “ini memang kau.bagaimana pekerjaanmu?kau tampaknya tahu bagaimana menangani pukulan fisik.”
Nam Soon:”urus saja dirimu sendiri”
Guru Kang: “ya.” . Merekapun berjalan berlainan arah.



Guru Jung sedang menelepon seseorang,ia melihat Uhm-force yang memarahi Young Woo karena tidak menggunakan kamar mandi siswa.(kayanya young woo sembunyi di kamar mandi guru). Uhm-force membolehkan Young Woo pergi kemudian  guru Jung menghampirinya.


Guru Jung: “kemana kau selama kelas berlangsung?”
Young Woo: “aku di kamar mandi”
Guru Jung: “kau bersembunyi disana sepanjang waktu ini?”. Young Woo mengiyakan. “kenapa?karena jendela yang pecah?”. Young Woo mengiyakan lagi.” Apa kau melihatnya?kau melihat siapa yang melakukannya?”
Young Woo: “aku yang melakukannya”. Guru Jung kaget dan bertanya kenapa?, Young Woo teringat kejadian saat Jung Ho memukuli Nam Soon. Young Woo masuk kedalam kelas, saat Nam Soon hendak melemparkan kursi, Young Woo terlebih dahulu melakukannya. Jung Ho dan Nam Soon terkejut, Jung Ho langsung pergi dari kelas dan Nam Soon memeriksa kursi yang terlempar kebawah. Nam Soon menyuruh Young Woo cepat berlari keluar kelas karna wajahnya sudah terlihat guru yang berada dibawah.



Guru Jung bertanya kenapa Young Woo tidak memberitahunya, Young Woo takut kalau ia akan dikeluarkan dari sekolah.
Guru Jung: “kau tak akan pergi, aku akan mengurusnya jadi jangan khawatir dan kembalilah kekelas”.
Guru Jung pergi kekantor dan melihat Oh Jung Ho duduk santai sambil membuka buku yang ada disana.
Guru Jung: “cepat berdiri..” . Jung Ho kesal karna membuatnya menunggu dan meminta ponselnya. Guru Jung bilang Jung Ho sangat kasar.
Jung Ho: “jika kau mengomel aku bisa mengambilnya lain kali saja. Aku pergi..”
Guru Jung: “kau tahu keadaan sekolah ini karna perbuatanmu?jika kau menyebabkan masalah...”
Jung Ho: “kalau begitu pukul saja aku. Kau sangat menjeengkelkan” Jung Ho merebut ponselnya dari tangan guru Jung dan langsung pergi. 



Guru Jung beertemu dengan guru Jo. Guru Jo mengomentari murid yang pulang sekolah seperti keluar dari penjara “mereka pasti sangat benci sekolah..” Guru Jung menanyai tentang masalah yang dibuat oleh siswa. Guru Jo berpendapat kalau siswa bersalah duhukum tidak adil maka ia akan susah melupakannya. Tapi jika ia dihukum secara adil maka akan mudah bagi siswa itu melupakannya.


Goo Nam Soon pulang dari sekolah dan berbaring dikasurnya (kayanya lagi kesakitan soalnya megangin perutnya). Ia berulang kali mengatakan tidak apa-apa.
Keesokan harinya, Nam Soon melihat papan pengumuman tentang rapat komite. Kelas 2 Go Nam Soon atas Vandalisme. Nam Soon ingin pergi dan melihat Young Woo, ia menyuruh Young Woo diam.



Dikelas Kang Jo memberikan makanan kepada Nam Soon. “aku tak sempat mengunjungimu karena terlalu sibuk. Jadi aku memberimu ini agar kau tahu aku peduli.” Byun Ki Deok datang dan mengambil makanan itu, ia bertanya apakah benar Nam Soon yang memecahkan kaca. Kang Jo berkata ia sudah kenal cukup baik dengan Nam Soon dan tidak mungkin ia melakukannya. Temannya yang lain berkata pasti Jung Ho pelakunya. Byun Ki Deok kemudian menyuruh temannya melakukan Voting tentang siapa pelakunya.



Kim Min Ki memberitahu kalu perusakan properti akan dikenakan hukuman pelayanan masyarakat. Teman-temannya beranggapan kalau Jung Ho yang melakukannya dan Nam Soon takut dipukuli kalau ia memberitahunya.
Jung Ho, Lee Kyung dan Ji Hoon masuk mereka berkata kalau ibu Min Ki datang lagi kesekolah untuk pertemuan komite.
Jung Ho “dia datang untuk memutuskan hukuman Go Nam Soon. Aku tak yakin apa yang akan terjadi, tapi dia harus berhati-hati. Dia menggeser posisi Kim Min Ki sebagai ketua kelas. Wow..aku yakin ibumu benar-benar marah. Dia pasti akan berbuat sesuatu lagi disini.” Min Ki hanya diam mendengarkan. 



Salah seorang siswa memanggil Go Nam Soon, ia berkata kalau guru Jung menyuruh ia pergi ke ruang penyuluhan. Nam Soon pun segera pergi, Song Ha Kyung keluar dari kelas dan bertanya pada Nam Soon.
Ha Kyung: “kau benar-benar melakukannya?”. Nam Soon tidak menghiraukan tapi Ha Kyung menahannya.
Ha Kyung: “katakan siapa anak yang melakukannya. Dengan begitu kau tak harus ikut sidang displiner.”
Nam Soon: “ada apa denganmu?tiba-tiba khawatir denganku?”
Ha Kyung: “aku tak mengkhawatirkanmu tapi aku mengkhawatirkan diriku. Karena aku takut semua tugas ketua kelas akan jatuh padaku. Itu menjengkelkan, cepat selesaikan ini.”
Nam Soon: “tak mau..”
Ha Kyung: “kenapa?”
 Nam Soon:”agar kau juga bisa menderita.” Ha Kyung kesal dan berkata jika Nam Soon ingin seperti ini, maka jangan jadi ketua kelas. Ia pun pergi.



Guru Jung menanyai Nam Soon lagi, Nam Soon bilang ia tidak mau mengadukan seseorang. Guru Jung sudah tahu bukan Nam Soon tapi Young Woo yang melakukannya. Guru Jung: “aku akan mengatasinya, jangan khawatir..aku juga tidak suka mengadukan seseorang, pergilah kekelas sekarang..”



Guru jung masuk keruang rapat, kepsek Im bertanya dimana Nam Soon.
Guru Jung: “dia tidak akan datang, aku yang menyuruhnya”.
Kepsek Im menyuruh guru Jung cepat memanggil Nam Soon. Guru Jung berkata kalau Nam Soon bukan pelakunya dan ia tidak mau mengadukan siapa pelakunya dan lebih memilih dihukum. Guru Jo setuju pendapat guru Jung,
Ibu Min Ki: “bukankah mengadukan seseorang dan menutupi kesalahan anak-anak adalah dua hal yang berbeda?” Kepsek Im juga berpendapat sama, tetap diam dan menutupi inseden juga merupakan kesalahan, jika Nam Soon tidak mau memberitahu yang sebenarnya itu juga merupakan alasan untuk menghukumnya.”



Song Ha Kyung sedang menunggu kedatangan guru Kang, guru Kang yang tidak menyadari Ha Kyung malah membaca papan pengumuman tentang Go Nam Soon yang ditugaskan untuk kerja sukarela selama 7 hari. Guru Kang berkomentar kalau ini benar-benar kacau. Saat ia berbalik, ia dikejutkan oleh Ha Kyung karena bersekolah disini.
Ha Kyung: “aku..ingin minta tolong padamu. Bisakah kau berpura-pura tidak mengenalku?benar-benar tidak mengenalku sama sekali”. Ha Kyung pun pamit
Guru Kang: “hei Song Ha Kyung..” Ha Kyung berbalik dengan kesal.
Ha Kyung: “kau juga tidak boleh tahu namaku.”
Guru Kang: “siapa yangmengajarkanmu itu?setelah kata mutlak..harus ada kata negatif. Kau benar-benar ‘tak pernah’ mengenalku sama sekali. Seperti itu” (hahaha..disaat-saat kaya gini guru kang sempet aja buat ngasih pelajaran kalimat yang benar). Ha Kyung mengiyakan dan berjalan pergi.



Kepsek Im menceramahi guru Jung yang menjauhkan dari pertemuan siswa saat dia harus dihukum. Guru jung bilang jika ingin menutupinya maka kau harus menutupi segalanya, atau melakukan penyelidikan penuh terhadap kekerasan di sekolah.
Kepsek Im: “lalu kenapa kau tak melakukan itu?tak peduli perusakan properti atau kekerasan disekolah..aku yakin itu semua berhubungan dengan siswa dikelasmu. Apa kau masih baik-baik saja jika siswamu terluka?jika itu untuk kepentingan siswa, kau harus mampu melakukan kewajibanmu. Semua sekolah juga seperti itu”



Kepsek Im berterimakasih atas kehadiran ibu Min Ki. Ibu Min Ki meminta Kepsek Im untuk menjadikan guru Kang sebagai pengganti guru Jung yang belum berpengalaman menjadi wali kelas 2-2. Ia menyuruh Kepsek Im berpikir lagi.



Para murid berbicara mengenai guru Kang yang akan mengajar kelas sastra. Salah seorang siswi mengatakan kalau anak-anak yang mengikuti pelajaran Kang Se Chan di Gangnam pasti merasa cemburu karena guru Kang tidak akan memberi les privat untuk enam bulan kedepan. Song Ha Kyung hanya diam mendengarkan karena ia juga ikut dalam les privat itu,rupanya ia tidak pernah memberi tahu itu pada teman-temannya.
Guru Kang masuk kelas dan mengatakan peraturan saat ia mengajar, jangan berbicara saat dikelasku, bagi ketua kelas tidak perlu memberi perhatian dan hormat karna hanya membuang-buang waktu.



Guru Kang mengambil buku seorang siswi dan berkata jangan baca buku atau melakukan hal seperti dibuku ini. “Itu semua hanya sia-sia dan buang-buang waktu. Jawaban ada pada pertanyaan itu sendiri. Sebuah masalah dapat dengan mudah dipecahkan selama kalian memahami pertanyaannya. Kalian cenderung salah menjawab karena gagasan yang telah diajarkan orang lain. Kupikir ini yang diajarkan guru Sastra kalian sebelumnya. Lupakan semua yang telah diberitahu pada kalian. Kalian tak perlu semua itu.”


sampai sini aja dulu ya..., videoku kepotong jadi part selanjutnya akan kutulis lagi nanti. Terus kunjungi blog ini untuk update dan jangan lupa komennya ya..^_^

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar