Selasa, 28 Januari 2014

Sinopsis Emergency Man And Woman Episode 2



Selamat Siang... ^_^

Selamat hari Rabu yang menyenangkan, saya ingin posting sinopsis Emergency Man And Woman Episode 2 nih..
Emang agak telat postingnya, tapi episode selanjutnya saya usahakan untuk lebih cepat. ‘_’

Oke, langsung aja baca...... ^_^


Sinopsis Emergency Man and Woman Episode 2




Mimpi buruk itu kembali setelah 6 tahun...

Di Episode 2 ini diawali dengan ingatan2 kenangan buruk Jin Hee dan Chang Min. sepertinya mereka memang susah untuk akur kembali, namun takdir terus saja mempertemukan mereka.



 

Jin Hee membersihkan dirinya di kamar mandi rumah sakit dan terus terbayang pertemuannya dengan Chang Min. sementara Chang Min sendiri tengah berdiri di balkon rumah sakit dan masih tidak percaya tentang apa yang ia alami sekarang. Chang Min mencubit dan memukul wajahnya sendiri untuk segera bangun dari mimpi buruk ini, namun bukannya bangun ia malah kesakitan dan akhirnya berteriak dengan kencang.


Ah Reum melihat baju Jin Hee dan menciumnya, dan alhasil mukanya jadi kecut gitu ^_^, Jin Hee datang dan mengambil baju itu. Ah Reum mengatakan kalau selera fashion Jin Hee unik. Jin Hee hanya diam dan membuka lemarinya. Disana ada baju dokter dengan namanya. Jin Hee menutup lemari itu dan melihat kearah Ah Reum yang sedang ganti baju. dan ia terkejut melihat body Ah Reum yang lumayan berisi.

Ah Reum: "Apa yang kau lihat? kau seorang Peeping Tom? kau terlahir dengan tubuh seperti itu, tapi kau tidak bisa berusaha menjadi tokoh."
Jin Hee tersenyum mendengarnya. ia dengan nada pelan meminta agar Ah Reum meminjamkan bajunya untuk dalaman jas dokter.



Setelah ganti baju Yong Ae menyuruh Jin Hee untuk segera datang keruang ketua. 

Jin Hee masuk dan melihat ketua yang mengetukkan pulpennya ke atas meja. dan omelan pun dimulai..
Dr. Gook: "kau tidak ingat.. menjelang hari pertamamu sebagai intern, kau meminum alkohol lalu kau terkena serangan jantung dan dibawa ke UGD, tapi kau tidak ingat? Oh Jin Hee, pikiranmu hilang atau apa? Aku berusaha keras untuk mengembalikan hidupmu dari keadaan koma dan kau memuntahkan semua jenis makanan dan alkohol kepadaku. Seolah-olah itu tidak cukup, kau bahkan menamparku, dan kau tidak ingat? kau masih muda atau kau itu pintar? kenapa kau ingin menjadi dokter?"
seorang Dokter masuk dan menghentikan pembicaraan mereka. Dr. itu melaporkan keadan suatu pasien dan Dr.Gook meminta Jin Hee untuk memberitahunya tes apa yang diperlukan. Jin Hee menjawab dengan gagap dan Dr. Gook kembali menanyainya alasan ia menjadi dokter. Jin Hee bingung menjawabnya.
Dr. Gook: "kenapa? kau tidak mengingatnya juga? kau bahkan tidak tahu kenapa kau ingin menjadi dokter? kau ingin bertemu pasien dengan sikap dan pola pikir seperti itu? jangan sampai ada darah pada tangan yang tidak bisa bahkan untuk mencuci piring dan berhenti saja sekarang. sekarang keluar.."
Dr. yang tadi masuk permisi untuk keluar, tapi yang dimaksud Dr. Gook bukan Dokter tadi melainkan Jin Hee. Jin Hee terkejut dan matanya berkaca-kaca.



Jin Hee memohon kepada Dr.Gook, namun Dr.Gook bersikeras mengeluarkan Jin Hee, ia bahkan sampai berteriak mengusir Jin Hee.
Chang Min yang baru saja keluar dari ruangan melihat Timnya yang sedang menguping pembicaraan Dr.Gook dan Jin Hee. Semua anggota Tim 4 menginginkan agar wanita tua (Jin Hee) segera diusir agar tidak merusak nilai mereka. Chang Min menyuruh teman2nya agar menghapalkan panduan UGD dari pada menguping.
Setelah semua temannya pergi, Chang Min kemudian menguping pembicaraan dan melihat Jin Hee yang duduk dilantai memohon Dr. Gook utuk tidak memberhentikannya.

Dr. Gook: "Orang sepertimu yang tidak punya pikiran, bakat dan sikap untuk menjadi dokter. Kau mengambil ujian masuk dua kali, entah bagaimana tiga kali baru bisa masuk sekolah kedokteran di pedesaan. Tapi kau tidak akan berakhir disini. jadi berhentilah sekarang. kau mungkin marah sekarang, tapi akhirnya kau akan berterimakasih padaku nanti. apa yang kau lakukan? aku bilang keluar sekarang !!  "

Jin Hee menangis mendengarnya. Bahkan Chang Min yang menguping tidak tahan dan menutup pintu itu.



Jin Hee: " Apa ini karena aku lulusan dari sekolah yang tidak bernama? Aku memiliki niai yang buruk, aku sudah tua. Saat orang lain belajar selama 6 tahun, aku hanya belajar selama 4 tahun. Apa aku benar2 tidak punya pikiran, bakat dan sikap untuk menjadi dokter?"

Dr. Gook: "Maksudku adalah.. Bukan itu yang aku katakan !"
Jin Hee: "Aku pikir sekolahan atau umur bukanlah masalah. Aku tua dan lambat, tapi aku pikir aku bisa melakukannya, aku pasti akan sanggup untuk melakukannya. Ini akan sedikit sulit. Apa ini benar2 sesuatu yang kau tahu tapi aku tidak mengetahuinya?Apakah yang kau pikirkan itu benar dan aku salah? Tidak ada jalan untuk berhenti. Aku sudah hidup seperti mahasiswa selama enam tahun ini. Dan sekarang aku menemukan kehidupanku. dan aku lulus ujian intern untuk rumah sakit ini dengan jujur dan adil. Jika kau tidak ingin melihatku, tolong lakukan dengan prosedur yang benar untuk memecatku. Aku akan mengambil ujian untuk rumah sakit ini lagi, aku akan tetap melakukannya sampai aku diterima."
Dr. Gook merasa iba dan tidak nyaman hati, ia menyuruh Jin Hee berdiri. Namun Jin Hee kesulitan berdiri dan memegangi celana Dr. Gook. Dr. Gook berusaha melepaskan genggaman Jin Hee.

Dr. Gook: "Apa kau tahu yang kami sebut dokter idiot bodoh sepertimu? Big Rock. Jika kau membuatku marah lagi kau akan dipecat selamanya. mengerti??"



Perawat dan dokter lain membicarakan kebodohan yang dilakukan Jin Hee pada Dr.Gook, dan saat Jin Hee datang mereka langsung bubar. Chang Min mengajak Jin Hee untuk bicara. awalnya Jin Hee menolak, tapi Chang Min menyeretnya ke tangga dan mereka bertengkar kembali.Chang Min tidak menginginkan Jin Hee berada di rumah sakit dan menyuruhnya keluar. Jin Hee bersikeras tetap akn berada dirumah sakit meskipun ada Chang Min. " Kau bahkan tidak bisa mengurus suamimi, jadi bagaimana bisa kau memegang pisau bedah? pasien gilamana yang akan membiarkan kehidupannya dikasihani olehmu? kau dipecat dari penerjemah untuk ahli ilmu gizi dan kau tidak bisa mendapat pekerjaan. Ramenmu gosong, westafel didapur selalu seperti bom, jadi bagaimana kau bisa menjadi dokter?"
Jin Hee sangat kesal dan berkata bahwa Chang Min harus melihat dan ia akan membuktikan kemampuannya.
tiba-tiba ponsel mereka berdering dan mereka langsung berlari, para dokter lain juga ikut berlari kearah pasien yang baru saja datang. ditengah jalan Jin Hee melihat banyak pasien dan berhenti.


Jin Hee dengan sedih melihat keributan ini, Young Ae yang datang sambil berlari menyuruh Jin Hee agar cepat ke UGD.
di UGD ada seorang pria yang terkena serangan jantung. dokter senior menyuruh salah  satu dari mereka untuk mengambil darah sang pasien namun tidak ada satupun yang yakin. Jin Hee memberanikan diri untuk mengambil darah sang pasien. 
Jin Hee berusaha keras untuk menemukan tempat yang tepat untuk mengambil darah. Dr. Gook yang baru saja tiba melihatnya dan membuat Jin Hee semakin gugup. Chang Min juga ikut melihatnya, (mungkin takut Jin Hee salah suntik).

setelah darah diambil Dr. Gook menyuruh Chang Min untuk melakukan tes darah. Chang Min dengan muka bete keluar dari UGD dan dibelakangnya ada Jin Hee. saat melihat kearah depan ia terperanjat karena ibunya juga berada dirumah sakit ini. Chang Min mulai kelabakan memilih yang mana, dan akhirnya ia memilih menyeret Jin Hee untuk menjauh dari ibunya.



Chang Min membawa Jin Hee kesebuah ruangan sempit dan menyuruhnya diam. ia melihat keluar ruangan dan menutupnya kembali saat melihat ibunya melintas didepan. Chang Min merasa kalau ada bau pada jasnya dan ternyata Jin Hee sedang membawa urin pasien untuk dibuang. Chang Min kesal dan menyuruh Jin Hee untuk diam, sementara ia menelpon ibunya.

Jin Hee: " ya.. Oh Chang Min, kenapa aku harus menghindari ibumu? ini tempatku bekerja."
Chang Min: "karena kau seperti serpihan merica. itu masih lebih baik daripada ketahuan oleh ibuku, dipermalukan dan ditendang keluar."
Jin Hee benar2 marah dan menumpahkan semua urin ke badan Chang Min. Chang Min berteriak marah.
Jin Hee: "kenapa aku harus melewati ini hanya karena ibumu? Hubungan apa yang kita punya? apa kita kencan diam2? kau dan aku adalah orang asing yang tidak ada hubungannya sekarang."



Chang Min membasuk mukanya dan menyingkirkan jas yang terkena urin tadi. ia mengumpat tentang Jin Hee. Chang Min mendapat panggilan dari ibunya dan mengeluh karena terus dihubungi. Ibunya ingin menemui direktur rumah sakit yang merupakan junior pamannya. Chang Min berkata ia sibuk dan menutup telpon. Ny. Sung Sook mengingatkan Chang Min akan kencan butanya minggu depan

Chang Min masuk kedalam ruang pasien dan menyerahkan hasil tes. Dr. Gook langsung sakit kepala melihatnya. Darah yang diambil ternyata bukan arteri tapi vena. Dr. Gook kembali marah pada Chang Min yang tidak memeriksanya dan Jin Hee yang tidak bisa membedakan darah vena dengan arteri. Jin Hee meminta maaf dan ingin mengulanginya, tetapi Dr. Gook menyuruh Chang Min untuk melakukannya.
Dr. Gook: " dimana kau meninggalkan otakmu? bagaimana kau memanggil dirimu intern saat kau bahkan tidak bisa mengambil darah? jika pasien meninggal saat kau sedang mengambil darah yang kedua kalinya, akankah kau bertanggung jawab? dimana ada tulang anjing sepertimu yang berguling2?" Dr. Gook benar2 marah habis2an, sementara Chang Min hanya menghela nafas melihat Jin Hee dimarahi.





diruang makan seluruh Tim 4 membicarakan Jin Hee yang mereka sebut 'wanita tua'. mereka sangat tidak menyukai masalah yang ditimbulkan Jin Hee dan Chang Min berjanji kepada teman2nya untuk mengeluarkan Jin Hee apapun caranya. (Waduh.. sebel bener kayanya Chang Min sama Jin Hee '_')

saat Jin Hee tiba di ruang makan Chang Min langsung merebut antriannya. Ah Reum datang dan Chang Min menempatkannya didepan sehingga Jin Hee menjadi yang paling belakang. Ah Reum pamer kalau dirinya baru saja melakukan jahitan pada pasien dan dibantu Dr. Kim Min Ki.
Chang Min melihat Jin Hee dan menyuruh Jin Hee berdiri didepannya.
Ah Reum: "maaf.. jika kau ingin tetap di UGD, tolong pastikan kau melakukan pekerjaan dengan benar. Residen dan perawat sudah banyak yang membicarakanmu. Aku tidak bisa membicarakan seseorang di belakang. Semua anggota tim tidak bisa mendapatkan kesalahan karena kau, satu orang. Karena kau, semua tim kami bisa gagal. Bagaimana bisa kau bahkan tidak memiliki pakaian untuk dipakai dihari pertamamu bekerja?"



Jin Hee: "aku memiliki alasan untuk itu.. ngomong2 terimakasih sudah meminjamkan padaku dan aku berterimakasih sudah memakainya hari ini, dan aku pastikan bahwa aku tidak akan menghancurkan evaluasi internmu, jadi jangan khawatir"

Ah Reum: "melegakan sekali.. kau tahu aku mengatakan ini demi kepentingan kita semua kan?"

Ah Reum mengambil sayur dan mengatakan ia adalah vegetarian, Chang Min tentu saja ikut2an. Ia mengejek Jin Hee yang hanya mengambil daging.

setelah Ah Reum pergi Jin Hee mengolok Chang Min: "vegetarian pantatku.. (Woops!) untuk bajingan yang selalu makan dua daging babi dipagi hari..". wahaha Chang Min kesal banget mendengarnya.


Chang Min mengajukan diri sebagai ketua Tim 4 dan mengumpulkan pendapat semua anggota timnya untuk mengirim Jin Hee ke departemen yang lain. 

Dr. Gook: "Aku akan jadi satu2nya yang berpikir dan yang memutuskan, Oh Chang Min.. kau lakukan saja pekerjaanmu tanpa ada kesalahan. keluar.. "
Chang Min kemudian meminta dirinya untuk pindah ke departemen lain karena ia sudah tidak tahan dengan Jin Hee. Dr. Gook penasaran apakah Chang Min pernah berkencan dengan Jin Hee sehingga tidak merasa nyaman.

Chang Min: "Tidak! apa aku gila? kenapa aku harus pergi dengan gadis kelas rendah.. bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin dia menghancurkan intern ku.."

Dr. Gook: "Oh Chang Min, hal yang pertama yang harus kau pelajari dari intern adalah kerjasama tim. tidak ada hal yang bisa kau lakukan sendiri didunia ini, berhenti mengeluh dan keluar.."



Dr. Gook keluar setelah mendapat telepon, Chang Min berusaha meyakinkannya kalau Jin Hee adalah wanita yang sangat berbahaya, tidak teratur, ceroboh, bodoh, seperti bom yang berbahaya.

Dr. Gook: "lalu bawalah dia denganmu dan ajarilah dia dengan baik.."
Chang Min mengeluarkan rasa frustasinya setelah Dr. Gook keluar dari ruangan.

hari sudah malam dan tim 4 pulang. Semua anggota tim berkumpul dan bercengkrama, namun saat melihat Jin Hee yang baru keluar langsung diam. Chang Min berkata dengan keras kalau Ah Reum adalah tipe wanita idealnya. Chang Min menawarkan untuk mengantar Ah Reum dengan mobilnya sementara Jin Hee pulang sendirimenggunakan bus. Jin Hee terus teringat perkataan Chang Min yang mengusirnya keluar dari rumah sakit, ia menghela nafas dan menutup matanya.




Jin Hee masuk kerumah dan langsung disambut hangat oleh ibunya. Ibunya sedang mengadakan acara minum2 dengan teman2nya. Teman2 Ibu Jin Hee memuji kecantikan Jin Hee yang lebih baik dari 10 anak laki2. mereka menyuruh Jin Hee untuk ikut minum bersama mereka dan tentu saja Jin Hee langsung menolaknya, mengingat hal yang terjadi saat kejadian mabuk semalam.

Jin Hee masuk kedalam kamar dan para ibu2 ini terus saja membicarakannya. salah satu teman Ibu Jin Hee menyarankan agar Jin Hee menikah lagi dengan seorang Duda yang mirip Jang Dong Gun (nama aktor) dan memiliki anak berumur 6 tahun. Ibu Jin Hee sontak marah pada temannya itu. teman2nya kembali mengungkit perceraian Jin Hee yang hanya berumur 1 tahun. Ibu Jin Hee semakin kesal dan menyuruh teman2nya untuk pergi. sementara Jin Hee diam mendengarkan dari dalam kamar.




Ny. Sung Sook sedang melakukan perawatan tubuh dan memamerkan kekayaannya yang berlimpah. keluarganya yang lain memuji kulitnya yang seperti giok putih. Ny. Sung Sook merencanakan untuk menikahkan Chang Min dengan anak menteri.
Ny. Sung Sook: " Chang Min ku belum pernah menikah. Karena ia tidak pernah menikah, jadi ia tidak bercerai juga. aku akan membuat fakta dengan cerita fiksi dengan kemampuanku." meskipun diprotes keluarga lain Ny. Sung Sook tidak gentar dan mengancam jika nasib mereka ada ditanagnnya.


Jin Hee selesai mandi dan teringat omelan Dr. Gook yang menyuruhnya berhenti. ia melihat penghargaan yang ada di dindingnya lalu mengambil penghargaan itu dan meletakkannya kedalam laci. Jin Hee duduk di kursi belajar dan membuka lagi buku kedokterannya yang berisi dengan catatannya selama belajar. Jin Hee tersenyum sekaligus terharu.

seorang wanita duduk di kursi tunggu dan tak lama kemudian Chang Min datang dan menggil namanya 'Shim JiHye'.



Jin Hee melaporkan keadan pasien yang terkena tabrak. Pasien berkata ia sulit bernafas dan sakit seperti akan mati. Dr. Gook dan Jin Hee melihat hasil sinar-x
Jin Hee: "apakah itu pneumothoraks (penimbunan udara/gas dalam paru2?"
Dr. Gook: "bagaimana kau mengetahuinya dengan mudah seperti itu.."
Jin Hee menunjuk bagiannya, dan Dr. Gook membenarkan. ia melihat kearah Jin Hee .. (ada kemajuan nih buat Jin Hee..)



Chang Min memeriksa Shim Ji Hye dengan menekan perutnya. Chang Min ingin memberikan obat nyeri namun Ji Hye melarang karena ia sensitif dan alergi.

Ji Hye: "pada obat pereda nyeri itu tidak akan berefek padaku. Berikan aku suntikan Demerol."
Chang Min menyarankan agar dilakukan tes darah dan CT scan terlebih dahulu namun Ji Hye berkata kalau ia sibuk dan meminta obat pereda nyeri Demerol. Chang Min mengatakan kalau Demerol adalah obat golongan narkotika dan ia tidak bisa meresepkannya. Ji Hye bersikeras dan meminta panggilkan residen atau ketua,nia mengerang kesakitan diperut dan akhirnya Chang Min mengalah untuk mengambil obatnya.



Jin Hee menjadi asisten Dr. Gook untuk operasi seorang pasien, ia terlihat tenang dan mampu menjalaninya dengan lancar.
Dr. Gook keluar dan meminta Jin Hee untuk menyelesaikannya. Jin Hee melihat pasien yang kesakitan dan meminta Dr. Gook untuk melihatnya. namun saat hendak melihat Dr. Gook dipanggil seorang dokter untuk melihat kondisi pasien yang kritis.
Disaat tengah sibuk, Chang Min masuk keruangan dan meminta resepkan obat kepada Dr. Gook. Dr. Gook meminta Chang Min menyelesaikannya karena ia sedang sibuk dan pasien harus segera diberi CPR.


keadaan pasien semakin gawat karena ia terkena serangan jantung.
Chang Min: "apa ini pendarahan subarachnoid?"
Dr. Gook sepertinya setuju dengan Chang Min dan meminta dokter lain untuk memeriksa.  keadaan pasien semakin memburuk dan Dr.Gook menyiapkan alat kejut jantung.
sementara Jin Hee panik karena kondisi pasiennya semakin memburuk,ia ingin memanggil Dr. Gook namun Dr. Gook sedang sibuk menangani CPR, dokter lain juga sedang sibuk melakukan konferensi. Jin Hee tak sengaja berpapasan dengan Chang Min dan terpaksa meminta bantuannya menangani pasien yang terkena pneumothoraks. Chang Min dan Jin Hee pergi keruang pasien itu dan terlihat oleh Ji Hye.



Chang Min mendiagnosa kalau pasien menderita Emfisema subkutan dan mereka memerlukan ketua Gook sekarang. Namun Jin Hee mengingatkan jika Ketua Gook sedang sibuk melakukan CPR. perawat menyuruh mereka untuk cepat bertindak.
Chang Min berkata kalau mereka harus melakukan sayatan didada untuk mengeluarkan darah. perawat semakin khawatir dengan keadaan pasien dan memanggil residen.
Ji Hye masuk ruang pasien itu dan langsung mengenakan sarung tangan, ia meminta pisau bedah no. 10
Jin Hee dan Chang Min masih bingung sehingga Ji Hye mengambil sendiri pisaunya. Chang Min berusaha menghentikan tindakan Ji Hye dan menahan tangannya.

Jin Hee: "jika itu perlu dilakukan, aku akan melakukannya. Berikan aku pisau bedah."
Ji Hye: "kau menyia-nyiakan waktu ini dan sekarang kau ingin melakukannya?"
Jin Hee mengiyakan dan menyuruh Ji Hye untuk minggir karena mereka tidak tahu Ji Hye itu siapa.



Ji Hye melepaskan genggaman tangan Chang Min dan langsung menyayat dada pasien tanpa dilakukan anestesi sebelumnya sehinggga pasien mengerang kesakitan. Ji Hye menekan dadan pasien dan mengelarkan darahnya. Jin Hee dan Chang Min terkejut, namun kondisi pasien semakin membaik dan tak lama kemudian Dr. Gook datang dan kaget melihat Ji Hye.
Ji Hye: "lama tak bertemu.."

Dr. Gook dan Ji Hye minum di ruang makan. Ji Hye ternyata adalah seorang dokter ahli bedah yang berpura-pura jadi pasien. Ji Hye mengaku kalau ia disuruh Direktur menjalankan misi untuk memeriksa sistem di UGD. tapi intern kekanak-kanakan itu yang menghancurkan rencananya.
Ji Hye ditugaskan untuk membantu di UGD dan fkus pada luka bagian luar dan akan mulai kerja besok. Dr.Gook sedikit kaget mendengarnya dan Ji Hye bertanya apa dia masih tidak nyaman bekerja dengannya.

seorang pasien datang dengan dua petugas keamanan. diketahui pasien itu ingin bunuh diri karena putus dari pacarnya. ia bahkan menusuk salah satu petugas dengan pecahan botol. Jin Hee ikut membatu menenangkan pasien yang sedang mengamuk itu.




 Dr. Gook menyuruh Chang Min menggantikan Jin Hee untuk mengurus pasien itu. Si pasien terus saja mengamuk dan berkata tentang cinta. sementara Jin Hee mengurus petugas yang terkena pecahan botol. 
Pemabuk itu menarik baju Chang Min dan memintanya untuk mengembalikan Soon Young-nya. Chang Min diam saja dimarahi dan membantu Jin Hee mengurus petugas yang terkena tusuk.
Saat mereka lengah, si pemabuk mengambil pistol milik petugas yang tak jauh dari sana dan menembakkannya keatas. Suasana di RS menjadi panik dan tidak terkendali.





Dr. Gook meminta pemabuk itu untuk tenang dan menurunkan pistolnya. mereka sedang berada di ruang UGD RS dan Dr. Gook memintanya untuk bicara.

Jin Hee melihat keadaan petugas semakin memburuk karena banyak kehabisan darah dan pingsan. Jin Hee dan Chang Min tidak sengaja menumpahkan tempat obat dan pemabuk itu meminta Chang Min untuk berdiri mendekat kearahnya.



pemabuk itu menjadikan Chang Min tawanannya dan menyuruh semua orang untuk membawakan Soon Young-nya. Dr. Gook berjanji untuk membawa pacarnya kesini dan memintanya untuk menurunkan pistolnya.
Jin Hee melihat kearah alat kejut jantung dan merangkak perlahan2 membawa alat itu mendekat kearah pemabuk, perawat terkejut dengan hal yang dilakukan Jin Hee.

Jin Hee semakin mendekat kearah pemabuk itu dan dengan tiba2 menempelkannya ketubuh pemabuk dan otomatis mengenai Chang Min secara tidak langsung. semua orang terkejut, sementara Chang Min dan pemabuk itu jatuh kelantai.



Dan inilah ekspresi semua orang yang melihat kejadian itu.. wehehe lucu banget adegannnya '_'

 


End ~~~~

Komenku: " di Episode 2 ini memang belum terlalu banyak perkembangan kisah cinta Jin Hee dan Chang Min, namun ada karakter baru yang muncul yaitu Ji Hye yang merupakan Dokter Ahli Bedah yang akan ditempatkan di UGD, dan apa hubungannya dengan Dr. Gook. Di preview Episode 3 terlihat cikal bakal CLBK antara Jin Hee dan Chang Min. Yang jelas Jin Hee terlihat sedih melihat kondisi Chang Min.

Oke, Tunggu Sinopsis Emergency Man and Woman Episode 3 saya posting ya..
berhubung belum keluar saya akan posting Previewnya aja dulu.
Jangan Lupa tinggalkan Komentar dan jadi teman saya di Blog maupun FB saya ^_^

Terimakasih !!!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar