Wow..udah lumayan lama saya
tidak upload apapun, kali ini bagi kalian semua yang udah nunggu kelanjutan
sinopsis school 2013,
Langsung baca sinopsisnya
aja ya...
Episode ini diawali dengan
adegan dimana guru Jung diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai
wali kelas 2-2. Penggantinya tak lain dan tak bukan adalah guru Kang. Sebelum
keluar dari kelas, guru Kang sempat menoleh kearah Nam Soon yang juga
mendengarkan pemecatan guru Jung oleh Kepsek Im. Nam Soon kaget sekaligus
terlihat kesal.
Guru Jung mengajak Nam Soon untuk
memulai pembelajaran, tapi Nam Soon memilih mengumpulkan teman-temannya
terlebih dahulu. Dan pertanyaannya, gimana cara Nam Soon buat ngumpulin
teman-temannya? ternyata Nam Soon nekat mengajak Jun Ho berkelahi, ia juga
mengirim pesan kepada Ki Deok dan teman-tema yang lain untuk menyaksikan
perkelahian itu.
Saat berada dikelas, barulah
mereka sadar jika Nam Soon telah menipu mereka.
Kang Jo bertanya apakah Nam Soon gila karena mau berkelahi dengan Jung
Ho. Nam Soon menyuruh Kang Jo masuk dan lewatlah Jung Ho cs. Nam Soon menahan
mereka untuk ikut belajar dikelas, ia akan berkelahi setelah kelas berakhir.
Saat guru Jung mengajar, guru Kang menonton lewat kaca jendela dan tersenyum. Guru Kang kembali kekelas esainya, salah seorang siswi, Eu Hye bertanya tentang bagaimana cara guru Kang menentukan nilai mereka hanya dengan pertanyaan ringan. Ternyata tanpa diberitahupun guru Kang sudah bisa menebak kalau Eun Hye pasti berada diurutan kedua kelas sastra.
Sedangkan dikelas guru Jung, Nam Soon mengirim pesan ancaman pembocoran rahasia kepada Ha Kyung. Ha Kyung tentu saja langsung pergi kekelas, ia menatap kesal kearah Nam Soon, Nam Soon langsung membuang muka (hahaha, kayanya Nam Soon takut ama Ha Kyung). Kang Jo bertanya apa impian guru Jung, guru Jung bilang kalau ia ingin menjadi guru. Kye Na Ri menimpali kalau guru Jung sudah mencapai impiannya.
Min Ki masuk kekelas dan terlihat kaget saat melihat Ha Kyung berada dikelas tambahan. Ha Kyung melirik kearah Nam Soon dan berkata kalau ia tidak tahu kenapa ia ada disini, iapun langsung pergi. Kang Jo iri karena Ha Kyung sebelumnya berada di aula belajar lantai 5 dan hanya perlu turun dua lantai, sedangkan ia harus naik bus untuk sampai kesekolah. Min Ki melihat Nam Soon yang dibawa Jung Ho berkelahi, ia mencoba melerainya. Jung Ho cs membawa Nam Soon keatap sekolah dimana tidak ada guru yang melihat mereka. Kang Jo menghentikan Nam Soon, tapi ia malah didorong dan hampir jatuh dari tangga, untungnya ada teman-temannya juga yang datang menolongnya agar tidak terjatuh. Pintu loteng dikunci,Teman-temannya mengusulkan agar memberitahukan ini kepada guru.
Nam Soon meminta Jung Ho
untuk melakukan ini besok saja karena wali kelas mereka akan dipecat, Jung Ho mengahajar
Nam Soon, ia tidak peduli dan bilang itu bagus. Nam Soon sempat mengepalkan
tinjunya ingin memukul Jun Ho, tapi saat ia mendengar guru Jung yang menggedor
pintu, Nam Soon berhenti dan kabur dari Jung Ho cs. Guru Jung diberitahu oleh
muridnya kalau Nam Soon melakukan ini untuk membantu guru Jung.
Pintu loteng telah terbuka
dan semua orang masuk, pada saat bersamaan Jung Ho cs ingin keluar. Lee Kyung
dan Ji Hoon bertepuk tangan karena guru Jung akan dipecat, guru Jung kesal dan
bertanya dimana Nam Soon. Lee Kyung berkata kalau Nam Soon pulang kerumah. Guru
Jung dan muridnya langsung mencari Nam Soon, mereka melihat kearah lantai
bawah.
Guru Kang menemui seorang
wanita yang menjadi supirnya di episode 1. Guru Kang bertanya apakah terjadi
kebocoran rahasia, namun wanita itu berkata kalau tidak ada rumor atau
kebocoran dari apa yang terjadi. Guru Kang bingung bagaimana Kepsek Im bisa
mengetahui kejadian itu dan sekarang ia harus menjadi wali kelas, wanita itu
menertawakan guru Kang. Nam Soon yang lari dari Jung Ho cs sampai dihalaman
sekolah dan bertemu dengan guru Kang yang sedang berbicara dengan seseorang. Ia
lewat begitu saja sambil memegangi
punggungnya yang sakit. Guru Kang mengomentari kalau Nam Soon setidaknya
membawa tas sekolah, karena guru Kang bahkan juga membawa tas dan dia adalah
seorang guru.
Guru Jung dan muridnya masih
mencari Nam Soon di loteng sekolah, teman-temannya mengomentari kalau Nam Soon
pasti melompat kebawah, yang lainnya lagi mengatakan jika itu adalah hal yang mustahil.
Kye Na Ri bertanya kepada guru Jung tentang pemecatannya. Kang Jo juga menasehati
Byun Ki Deok untuk bersikap lebih baik agar guru Jung tidak dipecat. Guru Jung
mengelak akan meninggalkan mereka semua. Kang Jo bilang kalau ia senang guru
Jung menjadi wali kelasnya, Ki Deok mengatakan sangat mencintai guru Jung. Teman-teman yang lain ikut merengek agar guru Jung tidak
meninggalkan mereka, guru Jung akan dikenai denda 500 won samapi 600 won jika
tidak datang kesekolah besok pagi. Min Ki memnta secara pribadi agar guru Jung
untuk tidak berhenti dan menemui mereka lagi.
Guru Jung pulang kerumah dan
berbaring di kursi, ia mengambil buku catatan. Guru Jung teringat kembali Nam
Soon yang ingin mengumpulkan temannya untuk mengikuti kelas tambahan dan Min Ki
yang memintanya untuk tetap mengajar mereka.
Guru Jung: “ini belum
saatnya... melepas tangan mereka”.
Nam Soon baru saja tiba
disekolah dan bilang ia akan mati. Song Ha Kyung datang dan bertanya apakah Nam
Soon baru sadar.
Ha Kyung: “apa yang kau
lakukan kemarin?” Nam Soon cengengesan meminta maaf, ia punya alasan untuk
melakukan itu. Ha Kyung: “apa itu? kau akan memberitahu semua orang bahwa aku
mengikuti bimbingan belajar jika aku tidak datang? beraninya kau mengancamku
lewat sms? sudah kubilang untuk tutup mulut,kan??”
Nam Soon: “apa gunanya aku
tutup mulut? apa guru Kang akan tutup mulut?”
Ha Kyung: “sudah kubilang itu
bukan urusanmu. Jika kau melakukan hal seperti itu lagi..kau akan mati”. Nam
Soon mengatakan kenapa Ha Kyung selalu mengatakan hal itu. Ha Kyung:
“setidaknya kau harus membawa tas. Apa kau preman?”. Ha Kyung pergi, Nam Soon hanya
mengikutinya dari belakang.
Guru Jung mondar-mandir di
parkiran sekolah, saat Kepsek Im tiba disana guru Jung angsung mengahampirinya.
Guru Jung meminta agar ia dipekerjakan kembali, saat itu guru Kang datang
dengan mobil yang terus berbunyi. (lucu banget saat guru Kang matiin bunyinya).
Guru Jung ingin kembali menjadi wali kelas 2-2, guru Kang senang dan ia setuju
itu. Kepsek Im tetap tidak mengizinkan karena ini adalah permintaan dari orang
tua murid. Guru Jung kembali mengusulkan mitra kelas, guru Kang langsung
mengatakan kalau itu ide bagus dan ia mau melakukannya, (waduuh..g’ mau banget
guru Kang ini jadi wali kelas).
Guru Kang masuk kelas 2-2, ia
menunggu ketua kelas memberi hormat. Tapi Nam Soon yang tidak menyukai guru
Kang memilih keluar dari kelas. Sebelum ia benar-benar keluar, guru Jung masuk
dan langkah Nam Soon terhenti. Para murid pun bingung karena ada dua guru
berada dalam kelas. Dikantor, para guru membicarakan tentang siapa wali kelas yang
lebih berkuasa diantara guru Jung dan
guru Kang. Uhm-force mengatakan mereka akan berbagi tugas dan lagipula ini sudah
dilakukan dibeberapa smp, wakepsek Woo menyahut di sma tidak pernah terjadi
sebelumnya. Tidak tahu antara gara-gara wakepsek Woo bicara atau ada bunyi bel,
semua guru langsung pergi meninggalkan kantor.
Guru Kang menyuruh siswa agar
berkonsultasi padanya atau pada guru Jung jika ada masalah. Guru Kang
mengatakan kalau tujuan kelasnya sekarang adalah keluar dari urutan terakhir,
hal ini membuat siswa malas mengeluh dan siswa rajin tersenyum senang. Guru Kang
memberikan kertas rencana studi kepada siswa dan mengumpulkannya kepada ketua
kelas besok. Nam Soon tidak mau melakukan hormat pada guru sehingga Ha Kyung
lah yang melakukannya. Setelah guru Kang keluar, para siswa menggerumuni guru
Jung. Guru Jung mengatakan kalau muridnya pasti senang karena ia tidak jadi berhenti
mengajar, tapi Kye Na Ri berpendapat kalau mereka pasti akan lebih sering
dimarahi karena punya dua wali kelas.
Guru Jung mempersoalkan
mengenai lembar rencana studi dan lebih memilih melakukan konsultasi individu. Guru
Kang tetap dengan keinginannya, ia akan mengambil alih nilai siswa dan menyuruh
guru Jung bertanggung jawab atas keluhan siswa. Wakepsek Woo datang dan menagih
survei penilaian guru kepada mereka, guru Kang menyerahkan itu semua pada guru
Jung. Guru Jung berjanji akan menyelesaikan itu dengan segera.
Nam Soon kembali berdiri diluar
kelas saat pelajaran guru Kang berlangsung. Guru Jo melihat guru Kang yang
hanya mengajar dan membiarkan Nam Soon tidak masuk kelas. Kini giliran kelas
guru Jung, ia memberikan lembar pengenalan diri pada siswa. Jung Ho cs baru datang
dan mengacaukan suasana, ia berkata kalau ia bukan absen tapi hanya terlambat. Guru
Jung menyuruh Go Nam Soon, Jung Ho, Lee Kyung dan Ji Hoon menemuinya di kantor
setelah kelas usai. Tapi Nam Soon malah pergi sambil membawa tas keluar kelas
tanpa menghiraukan larangan guru Jung. (wow.. Nam Soon udah mau bawa tas
kesekolah).
Guru Jo tiba-tiba masuk dan
menyuruh Nam Soon mengikutinya, Jung Ho menahannya
Jung Ho: “sangat menyenangkan
kan?, semua guru bergiliran melindungimu seperti ini. Pasti menyenangkan
menjadi ketua kelas. Aku punya banyak waktu, aku pasti akan bertemu denganmu
nanti”.
Go Nam Soon dibawa ke aula
olahraga dan disuruh membersihkan tempat itu, dan ia tidak sendiri. Guru Kang
beberapa saat juga datang dan guru Jo langsung mnyerahkan pel kepada guru Kang.
Mereka disuruh membersihkan aula olahraga berdua, pasangan yang benar-benar
saling membenci. Guru Jo beralasan kalau Nam Soon bolos kelas dan guru Kang
tidak melakukan apa-apa dan hanya membiarkannya pergi. Mereka akan dihukum lagi
jika melakukan hal itu lagi.
Wakepsek Woo mengkritik guru Jung
yang sering salah mengetik tanda baca pada sebuah laporan. Guru Jung bilang
kalau ia akan mengulangnya kembali, guru Jung heran kemana perginya guru Kang. Guru
Kang bukannya kemana-mana, ia dan Nam Soon sangat kelelahan membersihkan aula
super besar itu. Guru Kang menyuruh Nam Soon menyelesaikan sisanya tapi Nam
Soon tidak mau.
Guru Kang: “hei Go Nam Soon,
kita berbaikan saja. Aku berpura-pura tak terjadi apa-apa sebelumnya. Jadi kembalilah
ke kelasku, jika tidak kita harus membersihkan tempat ini setiap hari! apa kau
tahu kau punya berapa kelas sastra dalam seminggu? ada empat kali..karena aku
wali kelas kalian saat ini. Ayolah, jangan seperti itu dan masuk kelasku mulai
sekarang. Masuk kelas dan lakukan semua hal seperti perhatian beri hormat juga.
Meskipun kau merasa baik-baik saja membersihkan tempat ini karena kau masih
muda..tapi kau tahu aku sedikit...tak cocok melakukan ini”. Goo Nam Soon
berkata kalau ia mengerti, guru Kang heran kenapa Nam Soon bisa berubah
pikiran. Nam Soon: “karena aku tak begitu suka bersamamu seperti ini”. (hahaha..lucu banget mereka
berdua ini)
Guru Kang kembali menasehati
Nam Soon setelah seslesai membersihkan aula. Guru Kang menyuruh Nam Soon agar
datang sesekali jika tidak mau membersihkan tiap hari. Nam Soon berkelit kalau
guru Kang yang menyuruhnya keluar dari kelas.
Guru Kang: “hanya karena aku
menyuruhmu keluar, kau benar-benar keluar dari kelas? jangan tinggalkan kelasku
lagi dan kau harus datang tepat waktu”. Guru Jo ternyata mendengar pembicaraan mereka, guru Jo berkata
kalau Nam Soon dan guru Kang benar-benar mirip. Belum selesai penderitaan guru
Kang, guru Jung datang dan menyuruh guru Kang untuk melakukan apa yang ada di
kertas karena ia adalah wali kelas.
Guru Kang masuk dan menyuruh
ketua kelas mengumpulkan lembar rencana studi, guru Jung tak mau kalah dan
menyuruh siswa mengumpulkan lembar pengenalan diri. Dan Kali ini Nam Soon mau
mengucapkan perhatian dan hormat pada guru Kang sebelum kelas usai. Goo Nam
Soon pergi keruang guru dan mengumpulkan tugasnya. Nam Soon merasa bingung
karena secara bersamaan kedua guru ini menanyakan pertanyaan yang sama. Guru Kang
mengklaim kalau guru Jung mengikuti apa yang ia katakan, namun guru Jung bilang
kalau ia mengatakan apa yang ingin ia katakan. Guru Jung menyuruh Nam Soon dan
Jung Ho cs untuk mengumpulkan lembar mereka, karena mereka belum mengerjakannya.
Guru Kang bertanya apa impian Nam Soon dan kenapa ia sekolah, Nam Soon bilang
ia tak punya impian dan akan memikirkannya. Guru Jung memarahi guru Kang yang
membuat Nam Soon malu dengan pertanyaan seperti itu, tapi guru Kang membalas
kalau guru Jung juga mengajukan pertanyaan sama pada lembar pengenalannya.
Guru Kang memeriksa lembar
rencana studi yang ditulis siswa, ia melihat lembar milik Ha Kyung dan berkata
kalau Ha Kyung benar-benar berbeda dan guru Kang sepertinya ingin memasukkan
nama Ha Kyung dalam 10 nama daftar kelas esai. Sementara itu, Ha Kyung sedang dipanggil
tiga temannya ke lotang sekolah. Ha Kyung ditanyai kenapa ia tidak ikut dalam
kelompok belajar. Ha Kyung menjawab kalau kelompok belajar itu dibentuk oleh
siswa tingkat pertama untuk masuk ke universitas S, tapi diantara mereka tidak
ada siswa tingkat pertama. Teman-temannya tentu saja marah karena Ha Kyung
menganggap mereka kurang mampu. Kyung Min memperlihatkan buku emas dari les
privatnya Kang Se Chan dan bilang Ha Kyung pasti mau belajar bersama mereka. Tapi
Ha Kyung bilang ia tak perlu itu dan pergi (yaiyalah, Ha Kyung kan juga punya).
Eun Hye mengajak Kyung Min untuk mengerjakannya sendiri saja, tapi Kyung Min
tidak mau, ia hanya akan melihat buku itu bersama jika Ha Kyung mau ikut
bergabung. Jelas saja Eun Hye dan satu temannya lagi sangat marah.
Para siswa sedang melihat
daftar nama yang masuk dalam kelas esai, salah satunya ada nama Ha Kyung. Eun
Hye yang tidak tercantum namanya bertanya pada temannya, apa Ha Kyung mengikuti
ujian masuk kelas esai, tapi temannya tidak tahu. Saat pelajaran usai, Eun Hye
diajak temannya untuk makan tapi ia tidak mau dan memilih tinggal dikelas. Eun Hye
terlihat sangat kesal karena ia tidak masuk kelas esai. Saat beranjak pergi,
tanpa sengaja ia melihat buku emas Kang Se Chan ditas Kyung Min. Saat itu kelas
itu sedang tidak ada orang dan ia memilih untuk mengambil buku itu dan
membawanya dalam bajunya.
Eun Hye membawa buku itu ke
toilet wanita dan memotretnya setiap halaman. Dikelas Nam Soon sedang mengisi
lembar pengenalan dirinya, ia terlihat kesusahan dan Young Woo datang
menghampirinya. Nam Soon ingin melihat apa yang ditulis Young Woo di lembarnya.
Saat itu Eun Hye masuk dan menaruh buku emas itu di bak sampah.
Dikantor guru Jung protes pada
guru Kang karena ia harus menyelesaikan semua dokumen. Guru Kang beralasan
kalau ia sibuk untuk mempersiapkan kelasnya. Uhm-force menyuruh mereka untuk
melihat siswa pindahan yang akan masuk kelas 2-2. Siswa itu bernama Park Heung
So dan ini sudah kelima kalinya ia pindah sekolah dan bahkan ia pernah tidak
sekolah selama satu tahun. Guru Jung langsung menerima siswa itu, tapi guru
Kang akan melihat kembali nilai siswa itu. Guru Jung marah karena guru Kang
selalu memebicarakan nilai. Guru Kang dan guru Jung kembali berdebat panjang,
tapi langsung terdiam saat Uhm-force memarahi mereka.
Goo Nam Soon akan menyerahkan
lembar Young Woo pada guru Jung, ia melihat ada sampah dan membuangnya dibak
sampah. Nam Soon melihat ada buku emas, ia teringat saat Kang Se Chan
menawarkan buku itu pada Nam Soon dan tak sengaja ia melihat Ha Kyung dalam
kelas itu juga. Nam Soon bilang kalau Ha Kyung sangat ceroboh dan mengembalikan
buku itu di bawah meja Ha Kyung.
Guru Jung bersikeras akan
menerima siswa transfer itu dan guru Kang menyetujuinya. Tapi jika siswa
Transfer itu membuat masalah, ia akan memberitahu dewan orang tua masalah ini.
Dikelas 2-2 sedang terjadi
kehebohan, Kyung Min yang mengetahui bukunya hilang menuduh Eun Hye yang
mengambilnya. Eun Hye berbohong kalu ia takkan mengambilnya karena Kyung Min
sangat licik. Temannya menengahi mereka, tapi Kyung Min berkata kalau hanya mereka
bertiga yang tahu tentang buku itu, ia kemudian teringat jika Ha Kyung juga
tahu buku itu. Kyung Min menggeledah tas Ha Kyung dan dibawah mejanya. Dan benar
saja, buku itu memang berada dibawah meja Ha Kyung. Kang Jo menyuruh Kyung Min
berhenti dan Ha Kyung masuk kedalam kelas, ia bertanya apa yang terjadi. Kyung Min
langsung menuduhnya mencuri buku itu, tapi Ha Kyung bertanya apa ada bukti. Eun
Hye: “jika kau tak mencurinya, bisa jelaskan kenapa ini ditemukan dimejamu?”
Nam Soon langsung unjuk tangan dan berkata kalau ia yang manaruhnya disana saat
menemukannya di tempat sampah. Saat ia ditanya kenapa ia tahu ini milik Ha
Kyung, Nam Soon tak bisa menjawab karena Ha Kyung pernah melarangnya untuk
memberi tahu tentang les privatnya.
Kyung Min menuduh Nam Soon berpihak
pada Ha Kyung karena dia wakil ketua kelas. Kyung Min mengatai Ha Kyung pencuri
jalang yang bertindak seolah lebih baik daripada mereka. Ha Kyung menyuruhnya
untuk menjaga perkataannya, saat itu guru Jung dan guru Kang masuk. Ha Kyung
langsung meninggalkan kelas.
Kyung Min meminta guru Kang
dan guru Jung tidak membiarkan hal ini terjadi begitu saja. Guru Jung mengerti
dan menyuruhnya masuk kelas, guru Jung kemudian menanyai Nam Soon kenapa ia
menaruh buku itu dimeja Ha Kyung. Nam Soon saling bertatap mata dengan guru
Kang tanpa bisa menjawab (karena cuman mereka berdua yang tau Ha Kyung mengikuti
les privat).
Eun Hye mengumpulkan lembar
rencana pelajarannya di meja guru Kang. Ia melihat daftar nama 10 siswa kelas
esai dan kemudian memotretnya. Guru Kang menceritakan pada guru Jung kalau Ha
Kyung juga punya buku catatan itu. Guru Jung mengusulkan agar guru Kang
memberikan buku itu kepada semua siswa, tapi guru Kang tidak mau memberikannya
secara gratis karena murid les privatnya juga membayar sangat banyak dan itu
tidak adil. Eun Hye mendengar pembicaraan mereka dan meminta guru Kang untuk
memasukkannya di kelas esai. Eun Hye mengatakan kalau Song Ha Kyung diterima
meskipun ia tidak ikut ujian. Guru Kang menjawab Ha Kyung adalah nomer satu
dikelasnya sedangkan Eun Hye bukan apa-apa.
Go Nam Soon pulang sekolah
dan ia sudah dihadang oleh Jung Ho cs. Jung Ho menyuruh Nam Soon mengikuti
mereka ke tempat suatu gang yang sunyi, mereka menghajar Nam Soon. Nam Soon
menyuruh mereka berhenti saja, walaupun Jung Ho memukulinya sampai jadi boneka
usang, hidup Jung Ho juka akan menjadiboneka usang. Jung Ho semakin marah dan
memukul Nam Soon lagi, tapi seseorang menahannya. Orang itu berkata kalau
mereka lama tidak bertemu, ia tahu nama Go Nam Soon dan mengatai Nam Soon
bajingan. (wooww..nambah lagi masalah Nam Soon kayanya).
Uhm-force tak sengaja lewat
dan melihat mereka, Uhm-force meneriaki mereka dan semuanya kabur. Nam Soon
kabur dengan menaiki pagar sambil menahan sakitnya. Lee Kang Jo baru saja
pulang sekolah dan ia berlari keluar, ia bertabrakan dengan orang yang mengenal
Nam Soon tadi sampai tas Kang Jo terjatuh dikakinya. Orang itu menendang tas itu
kearah Kang Jo. Kang Jo marah karena orang itu memperlakukan tasnya seperti
bola sepak. Nam Soon teringat orang tadi, ia ingat masa lalunya ketika beberapa
orang sedang memukulinya dan orang itu hanya tersenyum melihat.
Nam Soon mendapat pesanan layanan
antar barang. Ia berkata ini sulit, tapi saat orang yang meminta layanan berkata
barangnya ada di ruang kelas dua, Nam Soon bertanya siapa yang memesan layanan
ini. Nam Soon pun kekelas 2-2 dan mengambil tas Ha Kyung. Ia mengendarai sepeda
motornya dan pergi ke kamar kecil wanita.
Nam Soon menelpon Ha Kyung
dan menyuruhnya keluar karena ia sudah membawakan barangnya. Ia melihat baju
yang disediakan Ha Kyung untuk les privat. Ha Kyung keluar dan meminta
barangnya, Nam Soon bertanya apakah Ha Kyung akan tetap les setelah ini semua.
Ha Kyung tidak menghiraukan dan bilang cepat karena ia akan terlambat masuk
kelas. Nam Soon meminta maaf tentang kejadian tadi karena mengira buku itu
milik Ha Kyung, Ha Kyung melihat wajah Nam Soon dan bertanya apa yang terjadi
pada wajahnya.
Saat Ha Kyung ingin mengganti
bajunya, seorang siswi menghampirinya. Ia dari siswi sekolah elit. Siswi itu
bertanya tentang seragam yang dikenakan Ha Kyung, dan itu bukan seragam sma
barat yang diakui Ha Kyung sebagai sekolahnya. Siswi itu menyadari kalau Ha Kyung
membohongi mereka untuk datang kekelas siswa dari sekolah elit. Ha Kyung
menjawab kalau ia siswa yang lebih baik dari pada mereka. Ha Kyung masuk kedalam
dan siswi itu menelpon teman-temannya untuk memberi tahu kalau Ha Kyung telah
membohongi mereka semua.
Ha Kyung selesai mengganti
baju dan tetap berniat pergi les, Nam Soon menahannya, Nam Soon: “gadis tadi sudah
menelpon semua orang, dia sudah menyebarkan gosip tentangmu”. Ha Kyung bilang
itu bukan masalah, ia pergi ketempat les dan ingin menaiki lift. Nam Soon
menarik tangan Ha Kyung untuk mengikutinya, tapi Ha Kyung tidak mau.
Nam Soon: “bertengkar sekali dalam
sehari saja sudah cukup. Mereka hanya akan menggangumu jika kau masuk kesana
sekarang. Apa itu yang kau inginkan?”. Kali ini Ha Kyung mendengarkan perkataan
Nam Soon dan pergi meninggalkan tempat itu. Nam Soon memaksa Ha Kyung untuk
naik motornya karena Ha Kyung selalu menolak, ia memasangkan helm untuk Ha
Kyung.
Nam Soo: “kau mewarisi sifat
siapa sampai kau tidak pernah mendengarkan orang lain?”
Nam Soon dan Ha Kyung berkendara
bersama, Ha Kyung terlihat memeluk erat Nam Soon dan sesekali ia mengusap air matanya.
Ha Kyung menyuruh Nam Soon berhenti di jembatan layang. Ha Kyung turun dan Ia melihat
tulisan ‘apa yang kau khawatirkan?’. Ha Kyung bilang ini menyebalkan, ia
melempar seragam sekolahnya kebawah, Nam Soon langsung berlari kearahnya dan
bertanya apa Ha Kyung gila. Ha Kyung berkata benar karena merasa malu. Ia bukan
dari smsa barat atau sma timur tapi sma seungri dan itu sangat memalukan.
Nam Soon: “kau yakin kau
bukan orang yang aneh?kau sendiri yang mengatakan kau siswa yang lebih baik
dibanding siswi tadi, jadi apa yang membuatmu merasa malu?”
Ha Kyung: “apa tak ada hal
yang ingin kau buang? buang saja semuanya. Benar..kau pasti tak ingin membuang
apa-apa karena kau tak peduli tentang apapun”. Nam Soon menyebut dirinya, Ha
Kyung bingung dengan jawaban Nam Soon. Nam Soon: “aku ingin membuang diriku
sendiri”. Nam Soon
kembali kemotornya, ia bertanya apa Ha Kyung tidak mau naik. Ha Kyung
mengatakan kalau ia akan jalan kaki.
Ha Kyung sudah sampai di
halte bus, ternyata Nam Soon yang lebih dahulu sampai, menunggunya tak jauh dai
sana. Ia melihat wajah Ha Kyung yang terlihat sedih. Keesokan harinya Nam Soon
menulis lembar pengenalan dirinya: “sejujurnya..aku tak suka pergi ke sekolah. Aku tahu kenapa aku
pergi kesekolah. Dan ketika aku pergi kesekolah,aku selalu dipermalukan. Dan juga
terjadi banyak hal yang menggangguku. Aku bukan murid yang baik dan aku tak
punya impian. Dan aku benci dipukuli, tapi anehnya aku selalu pergi kesekolah
dengan otomatis saat aku membuka mata dipagi hari. Jadi jika kau bertanya
kenapa aku datang kesekolah, aku hanya punya satu jawaban,” Nam Soon menghapus
semua tulisannya dan menggantinya dengan kata: “mau bagaimana lagi?”
Ha Kyung memberikan baju Nam
Soon yang dipinjamkannya karena Ha Kyung tidak memakai seragam sekolah dan
malah mengenakan pakaian olahraga. Ha Kyung: bodoh..bagaimana bisa aku memakai seragam anak
laki-laki?”. Anak-anak
lain yang melihat itu mengolok-olok hubungan Nam Soon dan Ha Kyung. Mereka berhenti
setelah guru Kang dan guru Jung masuk kekelas, mereka memperkenalkan murid
pindahan baru. Siswa itu masuk kekelas, Kang Jo mengenali laiki-laki itu yang
menendang tasnya kemarin. (suer, dingin banget mukanya murid baru ini). Ia memperkenalkan
namanya, Park Heung Soo dan ia berharap bisa berteman. Goo Nam Soon yang dari
tadi berbaring kaget mendengar nama itu dan langsung bangun. Goo Nam Soon
bahkan tidak sadar saat guru Kang menyuruhnya melakukan perhatian dan hormat. Park
Heung So tertawa saat mengetahui Nam Soon adalah ketua kelas.
Guru Kang keluar kelas dan ia
telah dihadang oleh Kepsek Im dan beberapa orang. Mereka mendapat laporan kalau
guru Kang telah mengajar privat secara ilegal. Guru Kang kaget mendengarnya,
sementara didalam kelas hanya ada Young Woo yang sedang memasukkan sesuatu ke
kotak pensilnya dan Nam Soon dengan Heung So yang saling bertatapan tajam.
Catatanku: “di episode ini cerita
semakin berkembang, dan selanjutnya akan lebih berkembang lagi di episode berikutnya,
aku masih penasaran apa sebenarnya hubungan Nam Soon dan Heung So dimasa lalu. Kelihatannya
mereka pernah berkelahi. Lebih lagi, aku suka saat Nam Soon bersama-sama dengan
Ha Kyung, aku pikir mereka benar-benar cocok bersama.
Terimakasih sudah membaca
^_^.......
No comments:
Post a Comment